Komunitas Penggerak Literasi Pedesaan Nusantara

PERPUSDES.ID

Latar Belakang

“Satu desa, satu perpustakaan”. Itulah yang ada dalam bayangan kami dan diharapkan banyak orang sebelumnya. Andai dari hampir 80ribuan desa yang ada di Indonesia masing-masing memiliki minimal 1 perpustakaan desa, tentu budaya membaca masyarakat akan lebih merata di seluruh pelosok nusantara.

Menyambung kebijakan Dana Desa (DD) dari pemerintah di tahun 2014, kami pun sebagai distributor buku ingin ikut serta mendorong agar alokasi Dana Desa tersebut digunakan untuk penyediaan Taman Baca di desa dengan Nama Perpustakaan desa. Menggandeng penerbit-penerbit buku nasional, kami sediakan buku-buku yang benar-benar dibutuhkan masyarakat khususnya yang bertemakan “Inklusi Sosial”. Dalam prosesnya, kami ikut serta membantu pengadaan buku-buku untuk perpustakaan desa mulai dari penyusunan anggaran hingga realisasi atau serah terima.

Permintaan akan pengadaan buku Perpustakaan Desa terus berdatangan dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Ada yang dari Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi, Riau, NTB, dan sebagainya. Namun kemudian, muncul kekhawatiran lain di benak kami; apakah buku yang mereka beli itu benar-benar dimanfaatkan dan dibaca oleh masyarakat?

Untuk mengetahui hal itu, kami mencoba untuk menengok langsung ke lapangan. Kami agak kecewa, tak sedikit buku-buku yang sudah diadakan tersebut terbengkalai begitu saja. Beberapa pemerintah desa belanja buku terkesan hanya untuk memenuhi kebutuhan proyek semata, bukan untuk membangun literasi masyarakat. Banyak alas an yang terlontar, entah karena belum adanya gedung perpustakaan, tidak ada yang mau mengelola, atau pengelola yang ada belum cukup pengetahuan dalam hal tata kelola Perpustakaan Desa.

Dari situ, kami mencoba mencari cara untuk ikut serta mengatasi persoalan-persoalan yang umum muncul kaitannya dengan Perpustakaan Desa. Langkah awal, kami buat portal website www.perpustakaandesa.com dan www.perpustakaandesa.id yang kami isi dengan artikel-artikel edukatif dari A-Z-nya Perpustakaan Desa, dengan sistematis dan rapi, termasuk solusi bagi desa yang belum memiliki gedung perpustakaan.

Waktu berjalan, kami belum juga puas. Kami ingin terus bergerak demi terpenuhinya layanan literasi yang ideal di desa-desa. Jika selama ini kami hanya memberikan edukasi lewat artikel-artikel di website yang kami kelola, bagaimana caranya agar kami bisa memberikan pendampingan kepada pelaku Perpustakaan Desa secara langsung, sehingga terjalin hubungan antara kami sebagai pengembang dengan para pengelola sebagai eksekutor.

Akhirnya, sebagai permulaan di tahun 2020 ini kami membuat komunitas yang ingin merangkul Perpustakaan Desa di seluruh Indonesia. Kami ingin ikut serta meramaikan gerakan dan komunitas literasi yang sudah ada sebelumnya, dan sama sekali tidak ada maskud untuk bersaing. Karena prinsip yang kami pegang adalah kolaborasi, sebagaimana filosofi sapu lidi yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya, sehingga kekuatan pembangunan dan pengembangan perpustakaan desa semakin besar dan maju.

Awal kehadiran kami ternyata disambut cukup antusias oleh khalayak. Awalnya kami hanya ingin focus kepada Perpustakaan Desa saja, namun beberapa pihak menyarankan kami untuk menyasar pusat literasi lainnya yang ada di pedesaan termasuk, Taman Baca Masyarakat (TBM), Pojok Baca, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Komunitas atau Perpustakaan lainnya yang ada di Wilayah pedesaan. Komunitas tersebut kami beri nama Perpusdes.ID; Komunitas Penggerak Literasi Pedesaan.

Ide dan Gagasan

Perpusdes.ID ini kami bangun dengan berbagai tujuan yang berkaitan dengan penyuluhan dan pengembangan perpustakaan di wilayah pedesaan antara lain:

Pertama, komunitas ini ditujukan sebagai sarana penyambung tali silaturrahim antar pengelola Perpustakaan di Pedesaan dari seluruh Indonesia. Dengan komunitas ini, setiap Perpustakaan bisa berbagi program kreatif yang dijalankan, inovasi yang dikembangkan, dan prestasi yang dapat dijadikan motivasi bagi pengelola Perpustakaan Pedesaan lainnya. Sehingga antar pengelola dapat saling menyokong dengan pengalaman pahit manis mereka dalam membangun dan mengembangkan Perpustakaan di wilayah pedesaan.

Kedua, memberikan wadah eksplorasi dan publikasi bagi setiap Perpustakaan di Pedesaan. Karena bagi kami, profiling dan branding Perpustakaan itu sangat penting untuk menarik perhatian pemerintah setempat, termasuk prestasi atau karya yang dihasilkan. Dengan akun media sosial komunitas yang kami buat, semuanya dapat disajikan kepada khalayak umum, baik pihak pemerintah, perusahaan, akademisi, dan sebagainya. Harapannya, suatu saat nanti Perpustakaan tidak asing lagi di telinga banyak orang, dan budaya baca masyarakat pun menjadi familiar.

Ketiga, dengan komunitas ini kami harap mampu menjadi penghubung antara Perpustakaan di Wilayah Pedesaan dengan pemerintah atau perusahaan-perusahaan yang menyediakan CSR mereka, pun antara satu Perpustakaan dengan Perpustakaan lainnya. Karena sejauh temuan kami, banyak perpustakaan di desa-desa yang kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat, atau dikarenakan masih minimnya pengetahuan para pengelola untuk mengembangkan perpustakaan.

Keempat, kami menjadikan komunitas ini sebagai wahana riset kaitannya dengan fakta real Perpustakaan di Pedesaan yang terjadi di lapangan. Karena data tersebut dapat kami jadikan acuan perihal apa saja yang perlu kami kembangkan, pada bagian mana Perpustakaan Pedesaan perlu kami berikan edukasi dan penyuluhan. Masalah apa yang umum terjadi, apakah masalah tata kelola, pembiayaan, koleksi, dan sebagainya.

Kelima, kami ingin sekali para penggiat Perpustakaan di Pedesaan yang tergabung di komunitas ini menjadi pelopor bagi tersebarnya virus-virus gerakan literasi pedesaan di seluruh Indonesia. Dengan pengalaman yang ada, semangat yang dibangun, dan kolaborasi yang dijabat erat antar individu dan pemerintah, kami yakin pada akhirnya budaya baca masyarakat Indonesia akan maju dan merata.

Proses, Realisasi dan Kendala yang dihadapi Perpusdes.Id

Sebagai langkah awal pengabdian untuk membangun komunitas dan mengembangkannya melalui dana yang kami hasilkan dari usaha mandiri kami, sekaligus untuk menarik para penggiat literasi pedesaan bergabung di komunitas kami, kami mengadakan Lomba-lomba antar Pengelola Perpustakaan, Pemustaka dan Pegiat Literasi secara Nasional. Dimulai Akhir Tahun 2020, hingga kini kami telah mengadaan 3 Lomba secara Nasional yaitu:

Lomba Menulis Kisah Inspiratif Perpustakaan Desa Nasional 2020 dengan Tema “Dari Desa Membangun Bangsa”

Ini adalah event lomba perdana yang kami adakan. Mengangkat tema “Dari Desa Membangun Bangsa”, lomba ini ingin mengangkat Kisah Inspiratif Suka Duka Membangun dan Mengembangkan Perpustakaan Desa, Kisah Inspiratif dan Menarik di Perpustakaan Desa dan Pengaruh Perpustakaan Desa Terhadap Kesuksesan Seseorang atau Masyarakat.

Lomba Menulis Kisah Inspiratif Perpustakaan Desa Tingkat Nasional 2020 yang diikuti oleh Pengelola Perpustakaan Desa seluruh Indonesia. Dari Lomba ini terlahir sebuah buku antologi berjudul: Dari Desa Membangun Bangsa (Tahun 2020 ISBN: 978-623-9439-51-4)

Lomba Menulis Kisah Pejuang Literasi Nasional dengan Tema "Para pejuang literasi Nusantara"

Sebagai kelanjutan dari event lomba sebelumnya yaitu Lomba Menulis Kisah Inspiratif Perpustakaan Desa Nasional 2020, kami adakan Lomba Menulis Kisah Pejuang Literasi Tingkat

Nasional. Lomba ini bertujuan untuk mengangkat para pejuang atau penggerak literasi di segala jenis perpustakaan (Perpustakaan Desa, Taman Baca Masyarakat, Perpustakaan Sekolah, Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah/Swasta, dan sebagainya) di seluruh Indonesia. Sehingga tidak hanya memperkenalkan perpustakaan/taman baca, pegiat/pejuang/penggerak/pengelola pun ikut serta diangkat dan mampu dijadikan contoh bagi banyak orang yang terjun dalam dunia literasi di Indonesia tercinta ini.

Lomba Menulis Kisah Pejuang Literasi Nusantara yang diikuti oleh Para Pemustaka seluruh Indonesia. Dari Lomba ini terlahir 2 buku antologi Berjudul: Para Pejuang Literasi (Tahun 2021 ISBN: 978-623-94395-3-8) dan Membumikan Literasi (Tahun 2021 ISBN: 978-623-94395-5-2)

Lomba Menulis Esai Perpustakaan dengan Tema “Membangun Kedaulatan Literasi di Wilayah Pedesaan”.

Dalam Lomba Menulis Esai Perpustakaan ini, kami mengajak para esais dan pegiat literasi untuk menuangkan ide dan berbagi pemikiran terkait hal-hal berkenaan dengan perpustakaan di wilayah pedesaan seperti :

  • Mendirikan perpustakaan di wilayah pedesaan
  • Terobosan-terobosan kreatif dan inovatif dalam mengembangkan perpustakaan di wilayah pedesaan
  • Desain dan tata kelola perpustakaan di wilayah pedesaan
  • Membangun dan memupuk kesadaran literasi masyarakat di wilayah pedesaan
  • Kolaborasi antara perpustakaan dengan lembaga-lembaga formal maupun non formal yang ada di wilayah pedesaan
  • Membangun kerjasama dengan pihak-pihak lain demi perkembangan dan kemajuan perpustakaan
  • Mengintegrasikan gerakan literasi pedesaan dengan kebijakan pemerintah baik desa, daerah maupun pusat
  • Solusi masalah pendanaan perpustakaan di wilayah pedesaan
  • Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD) dan kemajuan literasi di wilayah pedesaan
  • Peran aktif masyarakat dalam gerakan literasi di wilayah pedesaan
  • Pemuda sebagai mesin penggerak utama gerakan literasi di wilayah pedesaan
  • Tantangan perpustakaan di wilayah pedesaan di era digital


Lomba Menulis Esai Perpustakaan ini terbuka untuk umum dan telah diikuti oleh ratusan peserta yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. Karya-karya esai dapat dibaca di sini

Lomba Menulis Esai Perpustakaan Tingkat Nasional dengan Tema “Membangun Kedaulatan Literasi di Wilayah Pedesaan”. Dari Kompetisi ini telah terbit 3 buah buku yaitu: Membangun Kedaulatan Literasi di Wilayah Pedesaan (Tahun 2021 ISBN: 978-623-97035-2-3), Menyalakan Lentera Literasi di Pedesaan (Tahun 2021 ISBN: 978-623-94395-9-0) dan Mengukir Budaya Literasi Pedesaan (Tahun 2021 ISBN: 978-623-97035-3-0)

Setiap lomba kami rancang dengan maksud, tujuan dan sasaran yang berbeda-beda. Target kami, dalam setiap tahun kami mampu melaksanakan 3 lomba skala nasional dengan beragam konsep yang tentunya lebih kreatif.

Setiap perjalan pasti memiliki aral melintang. Kami jadikan setiap kendala sebagai bahan pembelajaran bagi kami untuk terus mengembangkan diri. Hingga saat ini, Perpusdes.ID dari sisi finansial kami ambilkan dari dana pribadi yang kami dapatkan dari usaha mandiri kami di bidang penerbit dan distributor buku. Tahun pandemi ini memang sangat berat kami rasakan, namun kami terus yakin bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluar. Di tengah keterbatasan baik secara SDM maupun Finansial, kami tetap maju selangkah demi selangkah demi mencapai tujuan yang telah kami gariskan.