Distributor Buku Tirta Buana Media Menyediakan Buku-buku Perpustakaan seperti Buku Pintar Perpustakaan: Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Desa, dan Taman Baca Masyarakat dan sebagainya

Menampilkan semua 27 hasil

Budaya Kerja Pustakawan di Era Digitalisasi; Perspektif Organisasi, Relasi dan Individu

Rp64.800
Dunia perpustakaan saat ini mengalami persaingan sangat ketat, apalagi ASEAN akan menjadi pasar bebas (Masyarakat Ekonomi Asean). Oleh karena itu,

Dari Desa Membangun Bangsa

Rp65.000
“Buku ini menggambarkan perjuangan para penggiat literasi dari proses perencanaan sampai dengan pemberdayaan perpustakaan desa melalui berbagai kegiatan transformasi layanan

Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan

Rp70.000
Buku Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan Adalah buku yang ditulis atau disusun oleh Wiji Suwarno dan diterbitkan oleh Penerbit

Ilmu Perpustakaan & Kode Etik Pustakawan

Rp90.000
Buku Ilmu Perpustakaan & Kode Etik Pustakawan Ilmu Perpustakaan & Kode Etik Pustakawan Adalah buku yang ditulis atau disusun oleh

Implementasi Fungsi Manajemen dalam Pengelolaan Perpustakaan; Pendekatan Teori dan Praktik

Rp197.800
Buku sederhana ini berbicara tentang Implementasi Fungsi Manajemen dalam Pengelolaan Perpustakaan, dengan judul kecilnya Pendekatan Teori dan Praktik. Pada dasarnya

Kebijakan Sumber Informasi Perpustakaan; Teori dan Aplikasi

Rp79.800
Sumber informasi perpustakaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengujung untuk datang atau memanfaatkan layanan perpustakakan. Para pustakawan yang bekerja

Kompetensi Pustakawan Profesional; Menuju Perpustakaan Modern Era Informasi

Rp154.800
Buku Kompetensi Pustakawan Profesional; Menuju Perpustakaan Modern Era Informasi Kompetensi Pustakawan Profesional; Menuju Perpustakaan Modern Era Informasi adalah buku yang

Library is Librarian; Perpustakaan dan Pustakawan di Era Milenial dan 4.0

Rp149.800
Era millenial dan 4.0 merupakan era yang lagi trend. Menghadapi kedua era tersebut tentunya perpustakaan dan dunia kepustakawanan tidak hanya

Literasi Digital Nusantara, Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda Melalui Literasi

Rp55.000
Tingginya penetrasi internet jika tidak diimbangi dengan kecerdasan literasi digital, dunia digital akan menjadi ancaman. Kecerdasan ini dibutuhkan untuk menangkal

LITERASI MEDIA TEORI DAN FASILITASI

Rp65.000
Memasuki Abad Ke-21 media mengalami perubahan drastis. Kapitalisme dan industrialisasi membuat media berkembang masif, menjadi bagian kehidupan sehari-hari, sampai menembus

Manajemen Perpustakaan Sekolah

Rp200.000
Buku Manajemen Perpustakaan Sekolah Manajemen Perpustakaan Sekolah Adalah buku yang ditulis atau disusun oleh Drs. Hartono, SS, M.Hum dan diterbitkan

Manajemen Sumber Informasi Perpustakaan

Rp124.800
Buku Manajemen Sumber Informasi Perpustakaan Manajemen Sumber Informasi Perpustakaan adalah buku yang ditulis atau disusun oleh Drs. Hartono, S.S., M.Hum.

Membangun Kedaulatan Literasi di Wilayah Pedesaan: Antologi Esai Perpustakaan

Rp83.000
Gaung gerakan literasi di tingkat pedesaan saat ini sudah cukup membuahkan hasil. Dalam Rakornas Perpustakaan Nasional tahun 2020 disebutkan bahwa jumlah perpustakaan desa secara nasional tercatat sebanyak 33.929 dari 83.441 desa/kelurahan seluruh Indonesia. Itu artinya sudah 40 persen desa yang tersentuh dunia literasi. Memang angka itu patut disyukuri sebagai pertanda literasi pedesaan mulai berkembang, namun harus kita akui masih jauh dari target ideal yang diharapkan. Terlebih jika kita telisik lebih mendalam, apakah 33.929 perpustakaan desa tersebut merupakan perpustakaan ideal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan? Apakah kehadirannya sudah benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa? Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak sekali perpustakaan di wilayah pedesaan yang terbengkalai. Bahkan buku-buku yang dibeli oleh pemerintah desa sama sekali tidak terurus dan dibiarkan diam begitu saja. Sehingga perlu bagi berbagai pihak untuk memberikan edukasi mengenai tata kelola dan pengembangan perpustakaan di wilayah pedesaan (seperti perpustakaan desa, taman baca masyarakat, pojok baca, rumah baca, perpustakaan sekolah, dan sejenisnya). Buku ini berisi kumpulan 25 karya esai pilihan peserta lomba esai perpustakaan, yang memuat berbagai topik kaitannya dengan kreativitas dan inovasi pengembangan perpustakaan desa. Salah satunya adalah program inovatif yang disajikan dalam tulisan Budi Harsoni, yang menguraikan berbagai program TBM Kuli Maca seperti program integrasi antara budaya dan potensi lokal desa dengan TBM melalui Kegiatan Pasar Malam Minggu yang menjual berbagai hasil kerajinan tangan dan hasil perkebunan masyarakat, minuman dan makanan tradisional, dan sebagainya. Bahkan TBM Kuli Maca mampu beralih menjadi Perpustakaan Desa dan membangun jejaring sesama penggerak literasi serta bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah Banten. Dalam hal tata kelola lembaga literasi pedesaan, Yusuf Ali Putro melalui program “Dialektika CEK KEPO”-nya mengajak para penggerak literasi untuk membangun kerjasama antara pengelola dan pemustaka agar bersama-sama menjadi bagian dari kemajuan perpustakaan/TBM dengan cara mengeksplorasi potensi pengelola dan pemustakanya. Sehingga perpustakaan desa/TBM tidak berjalan sepihak (inisiatif pengelola semata), melainkan juga ada rasa kepemilikan dan tanggung jawab dari pemustakanya. Masih banyak lagi program kreatif dan inovatif yang ditawarkan di dalam buku ini. Karena tujuan awal kami menerbitkan kumpulan esai ini memang untuk dijadikan referensi dalam hal terobosan inovasi dan kreativitas baru dalam membangun dan mengembangkan kedaulatan literasi masyarakat pedesaan.

Mengukir Budaya Literasi Pedesaan: Antologi Esai Perpustakaan

Rp83.000
Dalam Rakornas Perpustakaan Nasional tahun 2020 lalu, disebutkan bahwa jumlah perpustakaan desa secara nasional tercatat sebanyak 33.929 dari 83.441 desa/kelurahan seluruh Indonesia. Angka itu patut kita syukuri sebagai pertanda literasi pedesaan mulai berkembang. Namun harus kita akui, angka tersebut masih jauh dari target ideal yang diharapkan. Terlebih jika kita telisik lebih mendalam, apakah 33.929 perpustakaan desa tersebut merupakan perpustakaan ideal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan? Apakah kehadirannya sudah benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa? Karena dari pengamatan di lapangan, banyak sekali perpustakaan di wilayah pedesaan yang terbengkalai. Buku ini berisi kumpulan 25 karya esai pilihan peserta lomba esai perpustakaan, yang memuat berbagai topik kaitannya dengan kreativitas dan inovasi pengembangan perpustakaan desa. Mastura dan Kasmiati misalnya, dalam tulisannya mereka ingin memahamkan pembaca bahwa membangun perpustakaan tidak harus ada gedung terlebih dahulu. Sebagaimana yang dilakukan oleh Kepala Desa Kolai (Sulawesi) yang memanfaatkan kolong bawah rumah panggungnya menjadi ruangan perpustakaan. Dengan pemanfaatan ruangan yang sedemikian sederhana saja, perpustakaan tersebut berhasil menarik perhatian Perpustakaan Daerah melalui bantuan buku dan memperoleh prestasi sebagai Juara 2 dalam Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Tahun 2017. Seiring perkembangan era teknologi saat ini, perpustakaan di wilayah pedesaan perlu memanfaatkan dunia digital sebagai bagian dari pelayanan perpustakaan yang efektif. Hal itulah yang ditawarkan oleh Devanya Leonie Chandra melalui tulisannya, dengan program digitalisasi layanan perpustakaan. Lebib lengkap mengenai langkah-langkah pelaksanaannya disajikan di dalam buku ini. Masih banyak lagi program kreatif dan inovatif yang ditawarkan di dalam buku ini. Karena tujuan awal kami menerbitkan kumpulan esai ini memang untuk dijadikan referensi dalam hal terobosan inovasi dan kreativitas baru dalam membangun dan mengembangkan budaya literasi masyarakat pedesaan.

Mengukur Kepuasan Pemustaka; Menggunakan Metode LibQUAL+TM

Rp88.800
Buku ini dipersembahkan kepada para pembaca dan peneliti terutama di bidang perpustakaan serta para pengelola perpustakaan. Penulis mencoba memberi masukan

Menyalakan Lentera Literasi di Pedesaan: Antologi Esai Perpustakaan

Rp83.000
Di tahun 2020, jumlah perpustakaan desa yang tercatat memang sudah menembus angka 40% atau 33.929 dari 83.441 desa/kelurahan seluruh Indonesia, dan kita patut bersyukur dengan bertambahnya angka tersebut dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun harus kita akui, jumlah tersebut masih jauh dari target ideal yang diharapkan. Terlebih jika kita telisik lebih mendalam, apakah 33.929 perpustakaan desa tersebut merupakan perpustakaan ideal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan? Apakah kehadirannya sudah benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa? Buku ini berisi kumpulan 25 karya esai pilihan peserta lomba esai perpustakaan, yang memuat berbagai topik kaitannya dengan kreativitas dan inovasi pengembangan perpustakaan di pedesaan. Salah satunya adalah tulisan Mohamad Feri Fadli yang menawarkan keterlibatan pemuda dalam menebarkan virus literasi dalam keluarga melalui Perpustakaan Keluarga. Ia mengajak para pemuda untuk berdaya guna bagi perkembangan literasi masyarakat desa dengan cara membantu sosialisasi dan menawarkan program kepada setiap keluarga untuk membangun perpustakaan mini di rumah masing-masing. Lebih lengkap mengenai langkah-langkah menjalankan program inovatif tersebut diuraikan di dalam buku ini. Inovasi lainnya ditawarkan oleh penulis Bahar Sungkowo melalui program Pudes Breco-nya, yang mengajak pembaca untuk mendesain bangunan perpustakaan menarik berbentuk warung kopi/kafe di tempat yang strategis dan banyak dilalui orang yang berlalu lalang. Sehingga para pengunjung yang awalnya memiliki niat untuk rehat dan bersantai ria, bisa sambil lalu membaca buku-buku yang disediakan. Masih banyak lagi program kreatif dan inovatif yang ditawarkan di dalam buku ini. Karena tujuan awal kami menerbitkan kumpulan esai ini memang untuk dijadikan referensi dalam hal terobosan inovasi dan kreativitas baru dalam menyalakan lentera literasi masyarakat pedesaan.

Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di Perguruan Tinggi

Rp152.000
Buku Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di Perguruan Tinggi Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di Perguruan Tinggi adalah buku yang ditulis atau disusun oleh

PEMBINAAN MINAT BACA

Rp77.000
Munculnya sasterawan-sasterawan yang mengiringi kepesatan perkembangan bahasa Indonesia bukan saja telah membuktikan kesanggupan dan bakatnya, melainkan juga sekaligus membuktikan kemampuan

Perpustakaan Era Keterbukaan Informasi Publik

Rp59.800
Abad 21 diidentikan dengan abad informasi, era globalisasi dan era keterbukaan informasi diharapkan informasi terpenuhi dengan cepat, tepat, bernilai akurat

Perpustakaan Sekolah Sebagai Pusat Sumber Belajar

Rp116.800
Perpustakaan sebagai pusat gudang ilmu, pusat informasi dunia, atau sarana kita mencari informasi sebagai jendela dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi

Praktik Sosial Pemustaka Digital Natives : Dalam Bingkai Konsumerisme Ruang Perpustakaan

Rp235.000
Buku Praktik Sosial Pemustaka Digital Natives : Dalam Bingkai Konsumerisme Ruang Perpustakaan Praktik Sosial Pemustaka Digital Natives : Dalam Bingkai

Pustakawan Profesional Di Era Digital

Rp119.800
Buku tentang Pustakawan Profesional di Era Digital ini merupakan ide dan gagasan mengenai wacana pemikiran secara teoritis dan praktis tentang

Seri Literasi: Mencari, Menemukan, dan Menggunakan Informasi Secara Bertanggung Jawab

Rp49.800
Keterampilan literasi informasi saat ini sangat diperlukan sebagai bagian dari keterampilan dasar para profesional, tak terkecuali pustakawan dan akademisi. Pustakawan

Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia

Rp87.800
Alive Library Di Perguruan Tinggi Susanti Agustina Analisis Kondisi Sarana Dan Prasarana Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya Desak Made