Sang Pendiri memberi nama tersebut karena mereka merupakan Komunitas Dongeng yang juga mempunyai perpustakaan mandiri.
Awalnya komunitas mereka bergerak menjalankan kegiatan berdongeng ke desa-desa. Setiap kali selesai mendongeng, anak-anak enggan untuk pulang dan menunggu sampai bubar. Akhirnya mereka berinisiatif membawa buku pribadi setiap kegiatan berdongeng dengan berbekal koleksi buku pribadi yang dikumpulkan. Sejak itu, setiap kegiatan berdongeng selesai, kemudian dilanjutkan dengan membaca buku. Akhirnya buku-buku yang terkumpul disimpan di sekretariat dan menjadi Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Tujuan didirikannya TBM Rumah Dongeng Sinjai adalah untuk meningkatkan minat baca anak-anak di desa-desa serta menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mereka. Pendiri juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak melalui buku bacaan.